Friday, November 13, 2015

Sistem Informasi Psikologi

Softskill

Computer Based Information System (CBIS)
            Istilah Computer Based Information System (CBIS) sebenarnya mengacu pada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer. CBIS biasanya dibedakan menjadi beberapa tipe aplikasi, yaitu :
            a. Transaction Processing System (TPS)
            b. Management Information System (MIS)
            c. Decision Support Systems (DSS)
            d. Expert System and Artificial Intelligence (ES dan AI)
CBIS memiliki lima subsistem, yaitu sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, sistem pendukung keputusan, sistem otomatisasi perkantoran, dan sistem ahli.
           
Evolusi perkembangan sistem informasi berbasis komputer
1. Sistem Informasi Akuntansi (SIA atau EDP)
        Segalanya terjadi dengan sederhana pada sebuah perusahaan bila ditempuh melalui SIA. Saat tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke dalam basis data. Sebuah contoh data akuntan ini adalah masuk ke dalam pusat pengumpulan data yang dilakukan oleh pekerja dan pengawas kendali kualitas saat produksi berlangsung. Laporan keuangan standar yang dibuat oleh SIA, seperti rekening koran dan analisis biaya, disajikan sebagai suatu kartu catatan kualitas produk, sisa atau potongan produk, pengembalian pelanggan, dan sebagainya.
2. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
        SIM bertanggung jawab dalam menyediakan informasi untuk seluruh manajer perusahaan dalam bentuk laporan berkala, laporan khusus, dan keluaran bentuk matematika. Para manajer di semua wilayah fungsi dapat menerima keluaran ini, yang sebagian besar dihasilkan dari gabungan data SIA yang ada. Contoh laporan yang dimaksud adalah manajer kendali kualitas dapat menerima laporan bulanan yang menunjukkan tingkat rongsokan atau tolakan untuk masing-masing tahap dalam proses di pabrik.
3. Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
        Para manajer dapat membuat keluaran untuk masalah khusus yang berkenaan dengan kualitas. Contohnya, seorang pengawas dapat menerima laporan yang menunjukkan tingkat potongan atau sisa setiap pelaksana mesin, seorang pengawas QC dapat memperbaiki basis data untuk tampilan biaya perbaikan produk yang disebabkan pengembalian dari pelanggan dan manajer pabrik dapat menggunakan lembaran elektronik untuk meniru pengaruh bonus kualitas pada biaya produksi.
4. Office Automation System (OA atau SOP)
        Sistem OA menyediakan kemampuan telekomunikasi untuk orang-orang di dalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi di antara mereka sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan di lingkungan perusahaan. Komunikasi ini membuat kelompok tanggung jawab kualitas, seperti komite dan kelompok proyek, untuk menyelaraskan upaya kemampuan telekomunikasi tersebut.
5. Sistem Pakar
        Sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud di sini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam. Sebuah sistem pakar memiliki 2 komponen utama, yaitu basis pengetahuan dan mesin inferensi. Basis pengetahuan merupakan tempat penyimpanan pengetahuan dalam memori komputer, di mana pengetahuan ini diambil dari pengetahuan pakar.

Daftar Pustaka
Gaol, Chr Jimmy Lbn. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. PT. Grasindo.

Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar menetukan faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan. Yogyakarta : C.V Andi Offset.

No comments:

Post a Comment